Cari Blog Ini

Rabu, 04 Oktober 2017

TEKNIK PENJELAJAHAN MASALAH DALAM KONSELING

A.   Pertanyaan Terbuka

Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang panjang, lengkap,dan tanpa batas untuk mendapatkan informasi . munro (1979) mencontohkan bentuk pertanyaan terbuka  misalnya :
·         “apa yang anda alami?”
·         “ apa yang terjadi ?”
·         “apa yang anda pikirkan ?”
·         “sejak kapan hal ini anda rasakan?”
Adapun keuntungan menggunakan pertanyaan terbuka ,antaralain :
1.    Membantu konselor untuk memulai atau membuka wawancara konseling .melalui pertanyaan terbuka seseorang bebas untuk berbicara dan melalui diskusi ,missal
·         “Apa yang anda ingin bicarakan hari ini ?”
·         Apa yang anda pikirkan saat ini?”
·         “Bagaimana tindak lanjut pembicaraan kita pada minggu lalu?”
2.    Pertanyaan terbuka membantu memperluas dan memperkaya isi wawancara .misalnya pertanyaan yang dapat memperluas dan memperkaya adalah sebagai berikut :
·         Coba anda sampaikan  lebih lengkap tentang pengalaman anda disana ?
·         Bagaimana perasaan anda saat kejadian itu ?
3.    Pertanyaan yang diajukan konselor dapat membantu membawa hal hal yang bersifat umur ke hal hal yang bersifat khusus dan konkrit .misalnya :
“ apa maksud anda meresahkan itu ?”
“ apa yang anda lakukan sebelum dan sesudah dia marah ?”
B.   Keruntutan
Dalam konseling ,konselor perlu memahami apa yang klien katakan dan mampu mengkomukasikan pemahaman konselor itu kepada klien.
Untuk mengatasi hal tersebut ,konselor dalam pembicaraan harus “runtut” .  keruntutan dalam konseling membawa proses konseling menjadi terarah ( jelas apa yang sedang dibicarakan ) hingga pada akhirnya sampai pada titik temu permasalahan yang dialami oleh klien.  Keruntutan dalam pembicaraan konseling ini  maksudnya adanya sambung menyambung pembicaraan secara tepat . konselor harus mendengarkan,memperhatikan serta memahami setiap pembicaraan yang dikemukakan klien , sehingga dapat menyimpulkan pokok pembicaraan yang dikemukakan klien untuk memberikan respon yang tepat.


C.   KONFRONTASI

      Konfrontasi ialah  mempertentang dua hal yang berbeda ,seringkali klien tidak menyadari ada berbagai pertentangan dalam dirinya baik itu menyangkut dengan perkataannya,perilaku nya dan sikapnya .
      Untuk melihat hal hal yang muncul dan terungkap dalam pembicaraan konseling ,konselor dapat dapat melihat kondisi yang perlu dikonfrontasikan ialah sebagai berikut :
1.    Isi pernyataan klien yang berbeda dengan cara ia menyatakannya pada saat itu . sesuatu yang disampaikannya berupa pengalaman atau kejadian yang menyedihkan ,sementara ia menyampaikan dengan suasana yang ceria.
2.    Jika bertentangan isi dari hal yang dinyatakan saat ini dan yang dinyatakan pada waktu sebelumnya . pada  saat awal pembicaraan klien menyatakan ia sangat ingin membahagiakan orang tua nya.
3.    Apa yang terjadi bertentangan dengan yang dilakukan .misalnya ,klien ingin memperoleh hasil belajar yang tinggi, sementara waktu waktunya lebih banyak digunakan untuk keluyuran dengan teman teman.
D.   REFLEKSI
Salah satu tugas konselor ialah sebagai reflektor bagi klien nya.                       Menurut  isinya refleksi dapat dibagi dua yaitu refleksi isi atau ide dan refleksi perasaan .berikut  disajikan uraian mengenai kedua isi refleksi tersebut.
a.    Refleksi isi atau ide ,yaitu menyatakan dengan singkat ,menyatakan kembali , atau mengalih ungkapkan ,menyingkat ,atau menyimpulkan secara sederhana isi  pembicaraan yang disampaikan klien.
b.    Dalam merefleksikan ,konselor dituntut tidak hanya memahami apa isi atau ide pembicaraan klien .lebih jauh daripada itu , konselor  harus mampu menangkap apa yang dirasakan klien dibalik ungkapan pernyataannya.

Merefleksikan perasaan tidak hanya bermanfaat untuk menunjukkan bahwa konselor memahami ungkapan klien tetapi lebih dari itu, yaitu bertujuan untuk memudahkan klien  memperoleh pengenalan dan pemahaman diri secara menyeluruh.

E.   SUASANA DIAM

Diam banyak artinya . orang diam bias berarti sedang mengalami kebingungan ,bias juga sedang memikirkan sesuatu . dalam proses konseling ,dapat terjadi bahwa klien dan konselor sama sama terdiam. Keadaan ini dapat terjadi misalnya setelah konselor melakukan konfrontasi kepada klien .

Suasana diam yang akan dibahas ini adalah diamnya sejenak klien ataupun konselor dalam proses konseling. Dalam konseling adanya suasana diam ,memberi arti bahwa konselor memberikan kesempatan kepada klien untuk memikirkan ,merasakan,memahami,menghayati,dan memproses suasana yang terjadi terutama dalam diri klien.

      Menurut Moh.Surya (1988) “Diam”  dapat mempunyai berbagai makna ,antara lain :
a.    Penolakan atau kebingungan klien
b.    Klien atau konselor telah mencapai akhir dari suatu ide dan  semata mata ragu ragu menyatakan” apa selanjutnya “
c.    Kebingungan yang di dorong oleh kecemasan perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara
d.    Kebingungan yang didorong oleh kecemasan dan kebencian
e.    Klien sedang memikirkan apa yang sedang dikatakan oleh konselor

F.    KONTAK PSIKOLOGIS (EMPATI )
Kontak psikologis merupakan keikutsertaan konselor untuk menjadi dan merasakan suasana yang ada dalam diri klien sehingga terasa ada kaitan antara hubungan atau sambungan jiwa antara konselor dan klien.

      Empati adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dikembangkan konselor dalam setiap melakukan kegiatan konseling . empati adalah dapat memahami dan memikirkan apa yang dirasakan dipikirkan klien sebagaimana klien merasakan dan memikirkannya . 

Prayitno, Amti Erman. Dasar - Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar