Cari Blog Ini

Selasa, 10 Oktober 2017

Peran Orang Tua Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba



Kecenderungan anak menyalah gunakan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. Sekalipun lingkungan seperti keluarga,  sekolah dan teman sebaya,  mempunyai pengaruh yang besar bagi anak, tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya, maka pengaruh lingkungan tersebut dapat di tekan seminimal mungkin. 

Peran dan tanggung jawab orang tua yang dapat mencegah Penyalahgunaan narkoba pada anak/remaja adalah:
1. Orang tua menjadi panutan
Anak pasti melihat dan menyerap pola atau perilaku yang di tampilkan orang tuanya.  Seperti orang tua yang mengehendaki anaknya untuk tidak merokok, maka orang tua janganlah merokok. Selain itu orang tua juga perlu jujur dan mengakui kelemahan-kelemahannya kepada anak tanpa harus merasa takut kehilangan wibawa.
2.Orang tua menjadi teman diskusi
Apapun yang disampaikan anak,  berita baik maupun buruk,  perlu didengarkan dengan baik,  dan kemudian mengajak anak untuk berdialog secata lebih terbuka dan mendalam.  Untuk itu pilihlah waktu yang tepat,  jagalah kerahasiaan anak,  perhatikan segala ekspresi wajah dan tingkah laku anak,  serta jagalah emosi anda.
3. Orang tua menjadi tempat bertanya
Orang tua perlu mengikuti perkembangan remaja dan permasalahannya,  sehingga dapat memberikan penjelasan bila anak bertanya,  termasuk masalah narkoba.
4. Mampu membuat aturan secara konsisten,  kontinyu,  dan konsekuen
Aturan ini dibuat dengan mempertimbangkan pendapat anggota keluargasecara umum. Sekali aturan itu di tetapkan,  maka harus dilaksanakan oleh seluruh anggota keluarga termasuk orang tua.
5. Orang tua perlu menggali potensi anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan.
Pengembangan potensi ini dapat menumbuhkan prestasi bagi anak.  Sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri,  harga diri yang positif dan akhirnya anak memiliki jati diri yang stabil.
6. Orang tua perlu mengontrol kegiatan anak
Setiap anak hendak pergi,  orang tua perlu bertanya dengan rinci kemana tujuan,  kapan pulang,  dengan siapa mereka pergi dll.  Kontrol disini untuk menunjukan bahwa orangtua punya perhatian khusus kepada anak,  dan tidak membiarkan anak untuk bertindak semaunya sendiri.
7. Orang tua perlu menumbuhkan kesadaran anak bahwa:
  1. Memakai narkoba menentang nilai,  norma,  dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat.
  2. Memakai narkoba dapat mengakibatkan tidak bisa bekerja,  terkena berbagai macam penyakit,  dikucilkan lingkungan.
  3. Anak harus mencintai diri sendiri,  keluarga,  guru/pahlawan,  hasil karya orang lain dan lingkungannya.
  4.  
  • Adapun langkah-langkah bagi orang tua dalam mengajarkan anak,  agar lebih mudah menolak tawaran narkoba dari teman atau orang lain :
  1. Ajarkan anak untuk mengatakan "TIDAK" bila ada yang menawarkan.
  2. Ajarkan anak agar pintar memberi alasan kepada temannya yang menawarkan narkoba.   Seperti "maaf,  saya ada tugas dari sekolah". 
  3. Ajarkan anak untuk mengajak temannya melakukan kegiatan,, misalnya nonton,  mendengarkan musik,  diskusi,  dsb.
  4. Ajarkan anak untuk menghindari kelompok teman pengguna narkoba.
  5. Ajarkan anak untuk tetap pada pendirian.




M.  Wresniwiro.  2007.  Narkoba Musuh Bangsa-Bangsa.  Jakarta.  MITRA BINTIBMAS

Minggu, 08 Oktober 2017

SUKA CITA


Ada sebuah kisah tentang anak-anak yang berlomba balap mobil mainan. Salah satu peserta tersebut membawa mobil yang terbuat dari kayu yang paling jelek, sehingga teman temannya mencemooh. Menjelang perlombaan dimulai,  anak kecil yang mainannya paling jelek itu berdoa disudut lapangan.  Entah doa apa yang dia ucapkan. Ternyata dia pun berhasil menjadi pemenang.  Hal ini diluar dugaan panitia maupun para penonton yang datang ke area balap tersebut.
Saat penyerahan hadiah kepada pemenang, salah seorang panitia bertanya kepadanya, "wahai anakku, aku tahu apa yang kau panjatkan ketika berdoa tadi... Pasti engkau berdoa kepada Tuhan agar engkau menjadi pemenang. Betul kan ?. 
"Oh tidak", sahut anak kecil itu. "Aku tidak berdoa kepada tuhan untuk menjadi pemenang". 
"Lantas apa ?" tanya panitia tersebut dengan mimik wajah heran.
"Aku berdoa kepada tuhan agar aku bisa memiliki kekuatan, agar aku bisa menerima ketika aku kalah dalam pertandingan ini." Jawab anak itu dengan nada mantap.

Ketika orang kalah dalam sebuah pertempuran, dalam sebuah tujuan, dalam sebuah cita cita yang berlebihan. Nah, anak kecil tadi memberikan sebuah pelajaran, dia justru meminta Tuhan agar dia tetap bersuka cita walaupun dia dalam kondisi yang kalah.

Inilah pelajaran yang paling penting. Kita harus tetap bersuka cita dalam kondisi apapun,  karena suka cita itu mampu menstabilkan emosi. Ketika emosi yang ada di dalam diri kita stabil,  maka pikiran dan perasaan pun akan tetap seimbang. 







Daftar Pustaka
Suryadilaga, Sutrisna.2011. Cara Cepat Mengubah Energi Negatif Menjadi Positif untuk Hidup Seimbang. Jakarta. QLM Publishing.

TEORI IBU JARI

      
     Orang menemukan banyak cara untuk menguji kepribadian . salah satu cara ini adalah membaca bentuk jari jari dan ibu jari ,semacam membaca garis telapak tangan .ini bukan cara ilmiah untuk menguji kepribadian ,tetapi cara ini amat menyenangkan .

Apa Gaya Kalian 
1. Bila ,ibu jari kalian berada di dalam kepalan ,kalian mungkin merasa tidak yakin mengenai diri sendiri dan tidak nyaman berada dengan orang lain .kalian mungkin enggan " memukul lebih dahulu " kalian cendrung untuk memendam kemarahan kalian . 
2. Bila ibu jari kalian berada diluar kepalan tangan ,kalian mungkin mudah marah .kalian mungkin mempunyai keinginan yang kuat dan biasanya  " di atas segala sesuatu " 

Temukan Lebih Banyak 
Hanya untuk bersenang senang kembangkan teori kalian sendiri untuk menguji kepribadian menggunakan bagian tubuh yang lain .misalnya kalian dapat menghitung jumlah rambut di setiap buku jari... menganalisis bulu mata ... membandingkan panjang kaki dengan panjang lengan .... atau bagian lain mana pun yang kalian putuskan . 

Lebih lanjut " Aturan Ibu Jari" 
·  Bila ibu jari kalian melengkung ke dalam , kalian mungkin berpikir sebelum berbuat keputusan 
·  Bila ibu jari kalian lurus dan tebal ,kalian menggunakan intuisi untuk menyelesaikan masalah,dan kalian mungkin keras kepala .
·  Bila kalian mempunyai ibu jari yang panjang ,kalian senang memberi pengarahan 
·  Bila kalian mempunyai ibu jari yang pendek ,kalian mungkin lebih suka diberi tahu apa yang harus dilakukan .



            Daftar Pustaka 


       Alexander Sindoro,R.Suyoto Bakir,Lyndon Saputra .2006.Psikologi untuk anak dan Remaja 1.bandung.

Rabu, 04 Oktober 2017

TEKNIK PENJELAJAHAN MASALAH DALAM KONSELING

A.   Pertanyaan Terbuka

Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang panjang, lengkap,dan tanpa batas untuk mendapatkan informasi . munro (1979) mencontohkan bentuk pertanyaan terbuka  misalnya :
·         “apa yang anda alami?”
·         “ apa yang terjadi ?”
·         “apa yang anda pikirkan ?”
·         “sejak kapan hal ini anda rasakan?”
Adapun keuntungan menggunakan pertanyaan terbuka ,antaralain :
1.    Membantu konselor untuk memulai atau membuka wawancara konseling .melalui pertanyaan terbuka seseorang bebas untuk berbicara dan melalui diskusi ,missal
·         “Apa yang anda ingin bicarakan hari ini ?”
·         Apa yang anda pikirkan saat ini?”
·         “Bagaimana tindak lanjut pembicaraan kita pada minggu lalu?”
2.    Pertanyaan terbuka membantu memperluas dan memperkaya isi wawancara .misalnya pertanyaan yang dapat memperluas dan memperkaya adalah sebagai berikut :
·         Coba anda sampaikan  lebih lengkap tentang pengalaman anda disana ?
·         Bagaimana perasaan anda saat kejadian itu ?
3.    Pertanyaan yang diajukan konselor dapat membantu membawa hal hal yang bersifat umur ke hal hal yang bersifat khusus dan konkrit .misalnya :
“ apa maksud anda meresahkan itu ?”
“ apa yang anda lakukan sebelum dan sesudah dia marah ?”
B.   Keruntutan
Dalam konseling ,konselor perlu memahami apa yang klien katakan dan mampu mengkomukasikan pemahaman konselor itu kepada klien.
Untuk mengatasi hal tersebut ,konselor dalam pembicaraan harus “runtut” .  keruntutan dalam konseling membawa proses konseling menjadi terarah ( jelas apa yang sedang dibicarakan ) hingga pada akhirnya sampai pada titik temu permasalahan yang dialami oleh klien.  Keruntutan dalam pembicaraan konseling ini  maksudnya adanya sambung menyambung pembicaraan secara tepat . konselor harus mendengarkan,memperhatikan serta memahami setiap pembicaraan yang dikemukakan klien , sehingga dapat menyimpulkan pokok pembicaraan yang dikemukakan klien untuk memberikan respon yang tepat.


C.   KONFRONTASI

      Konfrontasi ialah  mempertentang dua hal yang berbeda ,seringkali klien tidak menyadari ada berbagai pertentangan dalam dirinya baik itu menyangkut dengan perkataannya,perilaku nya dan sikapnya .
      Untuk melihat hal hal yang muncul dan terungkap dalam pembicaraan konseling ,konselor dapat dapat melihat kondisi yang perlu dikonfrontasikan ialah sebagai berikut :
1.    Isi pernyataan klien yang berbeda dengan cara ia menyatakannya pada saat itu . sesuatu yang disampaikannya berupa pengalaman atau kejadian yang menyedihkan ,sementara ia menyampaikan dengan suasana yang ceria.
2.    Jika bertentangan isi dari hal yang dinyatakan saat ini dan yang dinyatakan pada waktu sebelumnya . pada  saat awal pembicaraan klien menyatakan ia sangat ingin membahagiakan orang tua nya.
3.    Apa yang terjadi bertentangan dengan yang dilakukan .misalnya ,klien ingin memperoleh hasil belajar yang tinggi, sementara waktu waktunya lebih banyak digunakan untuk keluyuran dengan teman teman.
D.   REFLEKSI
Salah satu tugas konselor ialah sebagai reflektor bagi klien nya.                       Menurut  isinya refleksi dapat dibagi dua yaitu refleksi isi atau ide dan refleksi perasaan .berikut  disajikan uraian mengenai kedua isi refleksi tersebut.
a.    Refleksi isi atau ide ,yaitu menyatakan dengan singkat ,menyatakan kembali , atau mengalih ungkapkan ,menyingkat ,atau menyimpulkan secara sederhana isi  pembicaraan yang disampaikan klien.
b.    Dalam merefleksikan ,konselor dituntut tidak hanya memahami apa isi atau ide pembicaraan klien .lebih jauh daripada itu , konselor  harus mampu menangkap apa yang dirasakan klien dibalik ungkapan pernyataannya.

Merefleksikan perasaan tidak hanya bermanfaat untuk menunjukkan bahwa konselor memahami ungkapan klien tetapi lebih dari itu, yaitu bertujuan untuk memudahkan klien  memperoleh pengenalan dan pemahaman diri secara menyeluruh.

E.   SUASANA DIAM

Diam banyak artinya . orang diam bias berarti sedang mengalami kebingungan ,bias juga sedang memikirkan sesuatu . dalam proses konseling ,dapat terjadi bahwa klien dan konselor sama sama terdiam. Keadaan ini dapat terjadi misalnya setelah konselor melakukan konfrontasi kepada klien .

Suasana diam yang akan dibahas ini adalah diamnya sejenak klien ataupun konselor dalam proses konseling. Dalam konseling adanya suasana diam ,memberi arti bahwa konselor memberikan kesempatan kepada klien untuk memikirkan ,merasakan,memahami,menghayati,dan memproses suasana yang terjadi terutama dalam diri klien.

      Menurut Moh.Surya (1988) “Diam”  dapat mempunyai berbagai makna ,antara lain :
a.    Penolakan atau kebingungan klien
b.    Klien atau konselor telah mencapai akhir dari suatu ide dan  semata mata ragu ragu menyatakan” apa selanjutnya “
c.    Kebingungan yang di dorong oleh kecemasan perasaan sakit dan tidak siap untuk berbicara
d.    Kebingungan yang didorong oleh kecemasan dan kebencian
e.    Klien sedang memikirkan apa yang sedang dikatakan oleh konselor

F.    KONTAK PSIKOLOGIS (EMPATI )
Kontak psikologis merupakan keikutsertaan konselor untuk menjadi dan merasakan suasana yang ada dalam diri klien sehingga terasa ada kaitan antara hubungan atau sambungan jiwa antara konselor dan klien.

      Empati adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dikembangkan konselor dalam setiap melakukan kegiatan konseling . empati adalah dapat memahami dan memikirkan apa yang dirasakan dipikirkan klien sebagaimana klien merasakan dan memikirkannya . 

Prayitno, Amti Erman. Dasar - Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. PT Rineka Cipta

JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A.   LAYANAN ORIENTASI
Layanan orientasi adalah layanan bimbingan konseling yang dilakukan untuk memperkenalkan siswa baru atau seseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya .   Pemberian layanan ini bertolak  dari anggapan  bahwa memasuki lingkungan baru bukanlah hal yang selalu dapat berlangsung  dengan mudah  dan menyenangkan bagi setiap orang . ibarat  seseorang yang baru pertama kali datang ke sebuah kota besar ,maka ia berada dalam keadaan  serba “buta “  : buta tentang arah yang hendak dituju,buta tentang jalan jalan dan buta  tentang itu dan ini.
B.  Layanan Informasi
Secara umum ,bersama dengan layanan orientasi bermaksud memberikan pemahaman kepada individu individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dihendaki .
 
Jenis jenis informasi
1.    Informasi pendidikan
Dalam bidang pendidikan banyak individu yang berstatus siswa atau calon siswa yang dihadapkan pada kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan . diantara masalah atau kesulitan tersebut  berhubungan dengan  (a). pemilihan program studi (b). pemilihan sekolah,fakultas dan jurusannya , (c). penyesuaian diri dengan program studi  ,(d) penyesuaian diri terhadap suasana belajar ,dan  (e) .putus sekolah .
2.    Informasi jabatan
Saat saat transisi dari dunia pendidikan kedunia kerja  sering merupakan masa yang sangat sulit bagi banyak orang muda .kesulitan itu terletak tidak saja dalam mendapatkan jenis pekerjaan atau jabatan yang dimasukinya itu .

C.   LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Individu sering mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan ,sehingga tidak sedikit individu yang bakat,kemampuan minat,dan hobinya tidak tersalurkan dengan baik . individu  seperti itu tidak mencapai perkembangan secara optimal .

D.   LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan disekolah .pengamatan menunjukkan bahwa kegagalan kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi .sering kegagalan itu terjadi disebabkan meraka tidak  mendapat layanan bimbingan yang memadai .

E.   LAYANAN KONSELING PERORANGAN
Pada bagian bagian terdahulu konseling telah banyak disebut.  Pada bagian ini konseling dimaksudkan sebagai pelayanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka antara konselor dengan klien .  Dalam hubungan itu masalah klien dicermati dan diupayakan pengentasannya ,sedapat dapatnya dengan kekuatan klien sendiri. Dalam kaitan itu, konseling  dianggap sebagai upaya layanan yang paling utama dalam pelaksanaan fungsi pengentasan masalah klien.  Bahkan  dikatakan bahwa konseling merupakan “ Jantung Hati “ pelayanan bimbingan secara menyeluruh . implikasi lain pengertian  “ jantung hati” itu ialah apabila seorang konselor telah menguasai dengan sebaik baiknya apa,mengapa dan bagaimana pelayanan konseling itu ( dalam arti memahami ,menghayati,dan menerapkan  wawasan, pengetahuan dan keterampilan  dengan berbagai  teknik dan tekniloginya ).

F.    LAYANAN BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK
Apabila  konseling perorangan menunjukkan layanan kepada individu atau klien orang perorangan ,maka bimbingan dan konseling kelompok mengarahkan layanan kepada sekelompok individu . layanan kelompok itu memberikan  manfaat atau jasa kepada sejumlah orang.
      Keunggulan yang diberikan oleh layanan kelompok ternyata bukan hanya menyangkut aspek ekonomi /efisien  sebagaimana  dituturkan diatas . dinamika  perubahan yang terjadi ketika layanan itu berlangsung juga amat menarik perhatian . Dalam layanan kelompok interaksi antarindividu  anggota menarik perhatian.

G.   KEGIATAN PENUNJANG
Pelaksanaan berbagai jenis layanan bimbingan dan konseling memerlukan sejumlah kegiatan penunjang.

      Agaknya memang benar apabila dikatakan bahwa alat dan kelengkapan yang handal dimiliki konselor untuk menjalankan tugas tugas pelayanannya ialah mulut dan berbagai keterampilan berkomunikasi ,baik verbal maupun non verbal.

Prayitno, Amti Erman. Dasar - Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. PT Rineka Cipta

ASAS ASAS DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

1.    Asas Kerahasiaan
Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain ,atau lebih lebih hal atau keterangan yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasiaan ini merupakan asas kunci dalam usaha bimbingan dan konseling .  2.    Asas Kesukarelaan
Proses bimbingan dan konseling harus berlangsung atas dasar kesukarelaan ,baik dari pihak si terbimbing atau klien ,maupun dari pihak konselor . Klien diharapkan secara suka dan rela tanpa ragu ragu ataupun merasa terpaksa , menyampaikan masalah yang dihadapinya,serta mengungkapkan segenap fakta ,data dan seluk beluk berkenaan  dengan masalahnya itu kepada konselor. 3.    Asas keterbukaan
Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling sangat diperlukan suasana keterbukaan ,baik keterbukaan dari konselor maupun keterbukaan dari klien . keterbukaan ini bukan hanya sekedar bersedia menerima saran saran dari luar ,malahan lebih dari itu, diharapkan masing masing pihak yang bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah . 4.    Asas kekinian
Masalah individu yang ditanggulangi ialah massalah masalah yang sedang dirasakan  bukan masalah yang sudah lampau ,dan juga bukan masalah  yang mungkin akan dialami dimasa yang akan datang.  Asas kekinian juga pengertian bahwa konselor tidak boleh menunda nunda pemberian tersebut.  Jika diminta bantuan oleh klien  atau jelas jelas terlihat misalnya adanya siswa yang mengalami  masalah ,maka konselor hendaklah  segera memberikan bantuan. Konselor tidak selayaknya menunda nunda  memberi bantuan dengan berbagai dalih 5.    Asas kemandirian
Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan  menjadikan si terbimbing dapat berdiri sendiri ,tidak tergantung  pada orang lain atau tergantung pada konselor . individu yang terbimbing setelah dibantu diharapkan dapat mandiri dengan ciri ciri pokok mampu :a.    Mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya ;
b.    Menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis ;
c.    Mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri;
d.    Mengarahkan diri sesuai dengan keputusan itu ; dan
e.    Mewujudkan diri secara optimal sesuai dan potensi ,minat dan kemampuan kemampuan yang dimilikinya .
 6.    Asas kegiatan
Usaha bimbingan dan konseling tidak akan memberikan buah yang berarti bila klien tidak melakukan sendiri kegiatan dalam mencapai tujuan bimbingan dan konseling .hasil usaha bimbingan dan konseling tidak akan tercapai dengan sendirinya .  konselor hendaklah membangkitkan semangat klien sehingga ia mampu dan  mau melaksanakan kegiatan yang diperlukan dalam penyelesaian masalah  yang menjadi pokok pembicaraan dalam konseling .7.    Asas kedinamisan
Usaha pelayanan bimbingan dan konseling menghindaki terjadinya perubahan pada diri klien ,yaitu perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik . asas kedinamisan mengacu pada hal hal baru yang hendak nya terdapat pada dan menjadi ciri ciri dari proses konseling dan hasil hasilnya .8.    Asas keterpaduan
Pelayanan bimbingan konseling berusaha memadukan sebagai aspek kepribadian klien . sebagaimana diketahui individu memiliki berbagai aspek kepribadian yang kalau keadaannya tidak seimbang . serasi dan terpadu justru akan menimbulkan masalah .  konselor perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien dan aspek aspek lingkungan klien,serta  berbagai sumber yang dapat diaktifkan  untuk menangangi masalah klien .9.    Asas kenormatifan
Usaha bimbingan dan konseling tidak boleh bertentangan dengan  norma norma yang berlaku ,baik ditinjau dari norma agama ,norma adat ,norma hukum /Negara , norma ilmu maupun kebiasaan sehari hari.  Asas kenormatifan ini diterapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling.  Seluruh isi layanan harus sesuai dengan norma norma yang ada . 10. Asas keahlian
Usaha bimbingan dan konseling perlu dilakukan asas keahlian secara teratur dan sistematik dengan menggunakan prosedur , teknik dan alat ( instrumentasi bimbingan dan konseling )  yang memadai .  asas keahlian selain mengacu kepada kualifikasi konselor ( misalnya pendidikan sarjana bidang bimbingan dan konseling ), juga kepada pengalaman . 11. Asas alih tangan
Dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling , asas alih tangan jika konselor sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu individu ,namun individu yang bersangkutan belum dapat terbantu  sebagaimana yang diharapkan ,maka konselor dapat mengirim individu tersebut kepada petugas atau badan yang lebih ahli.  12. Asas Tutwuri Handayani
Asas ini menunjukkan pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara konselor dan klien.  Lebih lebih dilingkungan sekolah.  Asas ini makin dirasakan keperluannya dan bahkan perlu dilengkapi dengan “ ing ngarso sung tulodo , ing madya mangun karso” .

Prayitno, Amti Erman. Dasar - Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. PT Rineka Cipta